Hacking the Argopuro
mountain
Beserta dengan telkomsel.com/nekadtraveler
Mungkin banyak yang tidak tahu kota Bondowoso , sebuah kota kecil yang di apit oleh dua gunung yaitu gunung Argopuro dan Raung . Tetapi mungkin sebagian orang sudah ada yang tahu apabila disandingkan dengan kata “Setan Bondowoso” karena populernya video youtube tersebut . Pada artikel ini saya tidak membahas hal mistis tersebut melainkan perjalananku dan dua sobatku mendaki gunung Argopuro . Pada perjalan ini aku (Atmam) dan dua temanku (Ipung dan Yusron) berencana menaklukan (bahasa kami hacking) Gunung Argopuro dengan menamakan grup kami sebagai “Mountain Hacker” . Kami memulainya dari desa tercinta kami desa Pancoran . Di Desa kami jaringan 3G TELKOMSEL sangat cepat dan nyaman karena desa kami masih termasuk kecamatan kota . Dari situ kami mempersiapkan perbekalan dan sedikit perlengkapan . Kami berangkat jam 08.30 dengan sepeda , pada saat kami melewati sebuah desa yang sudah jauh dari kecamatan kota kami terlupa sesuatu yaitu membawa kompas , Untung teman saya mempunyai Handphone Smartphone berbasis android kami mencoba mendownload kompas versi digital android yang tentu saja menggunakan jaringan 3G TELKOMSEL karena kartu teman saya adalah produk TELKOMSEL yaitu AS dan tidak dapat disangka jaringan dalam cakup HDSPA, lumayan jadi kami tidak perlu berlama-lama untuk mendownlod sebuah kompas digital.
Dalam pendakian ini kami tergolong nekad dalam menjelajah karena alas kaki yang kami gunakan adalah sandal mengapa tidak sepatu? Daripada sepatu kami lebih menggunakan sandal karena kami akan melewati jalan yang tak beraspal dan mulus, toh sandal rusak lebih baik daripada sepatu yang rusak. Pada pukul 10.45 kami sampai di Rumah saudara sepupuku yang berada di kaki gunung yaitu desa Kabuaran karena kami anak yang suka terhadap jejaring sosial kami mencoba membuka akun facebook dan hasilnya lumayan meski tidak optimal dari pada operator lain yang hasilnya hampir blank.
Setelah kami menitipkan sepeda kami kepada saudaraku , kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki . Perjalanan sangat menyenangkan karena kami melakukannya sembari berfoto ria . Kami berjalanan menyusuri jalan aspal yang masih ada disekitar kaki gunung ini hingga sampai di jalanan yang berbatu dan semakin lama jalan mulai menanjak pada bagian menanjak tersebut kami merasa senang karena perjalanan kami yang begitu menantang . Untuk mempersingkat perjalanan kami melewati sebuah sebuah hutan karet yang terlihat lebat . Kami melakukan observasi tempat agar kami bisa menggetahui tujuan yang akan kami tuju dengan bantuan kompas. Kami berjalan terus mengikuti arah kompas melewati semak belukar hingga sampailah kami disebuah tempat dimana terlihat tanah tandus tanpa rumput di tengah hutan yang banyak rerumputan yang menandakan tanah tandus tersebut adalah jalan akibat hentakan kaki seseorang telah terjadi sangat lama hingga membentuk sebuah jalan . Kami menyusuri jalan tersebut dan melihat sungai yang berada disamping jalanan , sungainya jernih sekali beda dengan di desaku yang sungainya berwarna kecoklatan selang beberapa menit kami melihat sebuah perkampungan yang kami rasa ini terlalu jauh dari kota , dan ternyata kampung terpencil tersebut bernama “kampung Jawa” sangatlah aneh rasanya selain Penduduk Bondowoso mayoritas suku Madura apalagi desa-desa yang berada di kaki gunung menggunakan percakapan bahasa madura , unik bukan?. Di kampung tersebut kami melihat peternakan lebah, beberapa kambing dan di setiap rumah terdapat parabola yang memang bisa dimaklumi . Kami meneruskan perjalanan kami hingga sampai di sebuah tebing yang landai dengan kemiringan tebing kira-kira 27-32 derajat dengan di tanami tanaman tembakau yang mungkin milik kampung tersebut . Sebenarnya saya bingung ternyata ada orang yang lebih nekad dari kami , mereka menanam tembakau didaerah tebing bagaimana jika panen? Lalu kami meihat patokan kayu yang tertancap sangat kuat dengan untaian tali yang begitu panjang . Sejenak saya beranggapan mungkin mereka memanen dengan cara bergelantungan . Entah itu benar atau salah kami tetap melanjutkan pendakian kami untuk menghack yang namanya gunung Argopuro. Pendakian kami semakin sulit lalu kami beristirahat disebuah tebing landai yang tidak teralalu curam . Saat kami beristirahat kami dapat meihat pemandangan kota Bondowoso yang seperti semut , kami juga melihat ngarai yang begitu indah nan hijau tiba-tiba handphone temanku berbunyi , yang menelponnya adalah ibunya sekedar menannyai perjalanan kami . Aku berpikir terheran-heran bagaimana bisa menerima telpon di daerah seperti ini ???? ternyata sinyal TELKOMSEL begitu kuat meski jaringan 3G sudah melemah . Setelah istirahat kurang lebih 15 menit kami melanjutkan pendakian kami hingga kami sampai di bagian hutan yang berada di puncak Argopuro . Terasa menyenangkan perjalanan kami telah tuntas apalagi dengan adanya kompas yang tentu saja menggunkan jaringan internet TELKOMSEL .
Kami sampai dipuncak Argopuro kira-kira pukul 02.10 dan kembai pulang
dengan selamat berkat doa orangtua dan tentu saja JARINGAN 3G TELKOMSEL
kira-kira pukul 05.35 . Sungguh Pendakian yang menyenangkan.






0 komentar:
Posting Komentar